LASEM “Tiongkok Kecil” Dengan 1000 Pesona Terpendam Didalamnya

shares |

Lasem Kota Tua Di rembang - Wonderfull in Java

Wisatarembang.com; LASEM siapa yang tak kenal dengan kota tua yang kental dengan sejarah perjalanan panjangnya ini. Lasem yang dulu menjadi pusat kadipaten sekarang berubah menjadi kecamatan yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Rembang.


Lasem dulu dan sekarang sangat berbeda jauh, Laem kini adlah slah satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Dan merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang.



Jika bicara tentang etnis Cina di Pulau Jawa, maka Kota Lasem adalah pusatnya. Kini Lasem dikenal juga sebagai "Tiongkok kecil" karena merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa dan terdapat perkampungan tionghoa yang sangat banyak tersebar di kota Lasem. Di Lasem juga terdapat patung Buddha Terbaring yang berlapis emas. Selain itu Lasem juga dikenal sebagai kota santri, kota pelajar dan salah satu daerah penghasil buah jambu dan mangga selain hasil dari laut seperti garam dan terasi. Batik Lasem sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani.



Secara Geografis letak Lasem sangatlah strategis untuk aktivitas perdagangan. Itulah mengapa Dulunya Lasem adalah jalur dan pusat perdangangan orang-orang yang datang ke Pulau Jawa.

Kecamatan Lasem merupakan salah satu kecamatan di pesisir pantai laut Jawa di kabupaten Rembang, berjarak lebih kurang 12 km ke arah timur dari ibukota kabupaten Rembang, dengan batas-batas wilayah meliputi:
  • Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa
  • Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Sluke
  • Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Pancur
  • Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Rembang.

Kecamatan Lasem mempunyai luas wilayah mulai dari pesisir laut Jawa hingga ke selatan. Di sebelah timur terdapat gunung Lasem. Wilayahnya seluas 4.504 ha. 505 ha diperuntukkan sebagai pemukiman, 281 ha sebagai lahan tambak, 624 ha sebagai hutan milik negara. Letaknya yang dilewati oleh jalur pantura, menjadikan kota ini sebagai tempat yang strategis dalam bidang perdagangan dan jasa.

1000 Pesona Kota Lasem – Rembang



Banyak sekali yang menarik dan unik tentang Kota Lasem rembang, Selain kota ini memiliki banyak sekali julukan serta sejarah yang panjang, Lasem juga menjadi alah satu pusat perdagangan di Kabupaten Rembang.

Dan berikut ini adalah pesona dan keajaiban Kota Lasem yang membuatnya terkenal sampai ke Luar Negeri.

Lasem  Sebagai Tingkok Kecil




Salah satu tempat berkembangnya para imigran dari Tiongkok terbesar di Pulau Jawa abad ke-14 sampai 15 adalah Lasem (Lao Sam) selain di Sampotoalang (Semarang) dan Ujung Galuh (Surabaya). Datangnya armada besar Laksamana Cheng Ho ke Jawa sebagai duta politik Kaisar China masa Dinasti Ming yang ingin membina hubungan bilateral dengan Majapahit terutama dalam bidang kebudayaan dan perdagangan negeri tersebut, mereka memperoleh legitimasi untuk melakukan aktivitas perniagaannya dan kemudian banyak yang tinggal dan menetap di daerah pesisir utara Pulau Jawa. Bahkan menurut N.J. Krom, perkampungan China d masa Kerajaan Majapahit telah ada sejak 1294-1527 M. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan tua seperti permukiman Pecinan dengan bangunan khas Tiongkoknya dan kelenteng tua yang berada tak jauh dari jalur lalulintas perdagangan di sepanjang aliran Sungai Babagan Lasem (kala itu disebut Sungai Paturen) yang pada waktu itu sebagai akses utama penghubung antara laut dan darat, juga penguasaan tempat-tempat perekonomian yang strategis oleh mereka di kemudian waktu, seperti yang dapat dilihat pada pusat-pusat pertokoan di sepanjang jalan raya kota sekarang ini.

Lasem Kota Pusaka

 

 

Akhir-akhir ini digembor-gemborkan tentang impian Lasem sebagai Kota Pusaka (Heritage City) karena banyak ditemukannya situs pusaka (heritage site) dan budaya khas yang sejak duu melekat pada kota Lasem. Pusaka (Heritage/Warisan/Sesuatu yang berharga dan harus dijaga) itu sendiri dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu Pusaka Alam (Natural Heritage), Pusaka Budaya (Cultural Heritage) dan Pusaka Saujana (Cultural-Landscape Heritage) yang ketiga-tiganya ini Lasem memiliki potensi di tiga bidang pusaka ini. Dengan semakin banyaknya situs prasejarah maupun sejarah di kota Lasem dan semakin mirisnya kondisi kota ini, diharapkan dengan gerakan Pusaka Lasem ini dapat menjadikan Lasem bangkit kembali dan berpredikat sebagai Kota Pusaka 'Dunia'. Potensi Pusaka Alam: Hamparan Pantai di Lasem, Pegunungan Lasem, Hutan di Lasem, dll. Potensi Pusaka Budaya: Seni Laesan, Seni Kuda Lumping, Seni Barongsai dan Liong, Seni Wayang, Seni Wayang Wong, Seni Tari, Kehidupan Masyarakat Lasem, Batik Lasem, Tambak Garam, Industri Terasi dan Ikan Asin, Peninggalan hasil kebudayaan, dll. Potensi Pusaka Saujana: Hamparan Tambak Garam dengan Background Pegunungan Lasem saat kita ke Lasem arah dari Rembang, Hamparan Kapal di Pelabungan Binangun dengan Background Laut/Pantai Lasem saat kita ke Lasem arah dari Tuban, hamparan Perkampungan di Pedesaan dengan Background kota Lasem dan Perbukitan Barat Pegunungan Lasem saat kita di perkampungan Pegunungan Lasem, dll.



Lasem Kota Batik




Dalam beberapa literatur tentang batik juga yang terdapat di museum batik naseional, batik Lasem disebutkan sebagai salah satu varian klasik atau biasa disebut pakem dangan pola dan corak yang punya kekhasan tersendiri, yaitu paduan warna yang berani dan mencolok dengan motif-motif yang beraneka macam dan khas tetapi tetap indah serta elegan. Batik tersebut populer dengan sebutan batik tulis kendoro kendiri atau batik Pesisiran Laseman, di mana batik ini berbeda dengan batik Jogja atau Solo yang sangat baku pada pakem keraton yang motifnya eksklusif dan khusus bagi golongan ningrat saja. Batik Laseman sangat liat bercirikan egalitarian, yang mana batik ini lebih terbuka atau umum penggunaannya bagi segala kalangan atau lapisan masyarakat berikut macam etnisnya. Konon perkembangan Batik Laseman ini dipengaruhi oleh unsur-unsur seni dan budaya negeri seberang, yaitu Tiongkok dan Campa. Banyaknya orang-orang China dan Campa yang menetap di Lasem dan membaur dengan penduduk lokal lambat laun melahirkan akulturasi kebudayaan yang positif dan kaya, salah satunya adalah seni batik itu sendiri. Batik Laseman sendiri pernah mengalami kejayaan dalam produksi dan pemasarannya. Kini Batik Laseman bisa kita temukan di sudut-sudut kota Lasem bahkan di daerah sekitar Lasem.

Lasem Kota Santri

Sejak dahulu kota kecamatan ini terkenal sebagai Kota Santri. Peninggalan pesantren-pesantren tua di kota ini dapat kita rekam jejaknya hingga sekarang. Banyak ulama-ulama karismatik yg wafat di kota yg terkenal dgn suhu udara yg panas ini. Sebut saja Sayid Abdurrahman Basyaiban (Mbah Sambu) yang kini namanya dijadikan jalan raya yg menghubungkan Lasem-Bojonegoro, KH. Baidhowi, KH. Khalil, KH. Maksum, KH. Masduki dll. Sebagian makam tokoh masyarakat Lasem ini dapat anda jumpai di utara Masjid Jami' Lasem. Maka tidak berlebihan jika Lasem berjuluk sebagai kota santri, mengingat banyaknya ulama, Pondok Pesantren dan jumlah santri yang belajar agama islam di kota ini.

Lasem Kota Ilmu

Banyaknya Pondok Pesantren berimbas pada bidang pendidikan umum. Tercatat banyak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di kota ini

Lasem Sentral Budaya Rembang


Secara historis, budaya di Lasem merupakan perpaduan budaya dari masyarakat pribumi (Jawa), Tiongkok & Campa (dibawa oleh pasukan Laksamana Cheng Ho), Arab, dan Belanda. Wujud nyata dari perpaduan budaya ini dapat kita temui sampai detik ini pada batik Lasem motif Tiga Negeri maupun Empat Negeri.

Tempat Wisata Terkenal Di Lasem

  • Patung Budha Tidur di Vihara Ratanavana Arama Lasem
  • Pantai Caruban Lasem
  • Pantai Karang Jahe
  • Pantai Binangun
  • Puncak Argopuro Gunung gede Lasem
  • Pulau Karang Gosong
  • Watu Congol Selo Puro Lasem
  • Watu Layar
  • Goa Kajar
  • Curug Kalimancur, Gowak
  • Festival Lasem
  • Lasem Batik Carnival
  • Klenteng Cu An Kiong, di timur Sungai Lasem
  • Klenteng Po An Bio, di utara Sungai Kemendung
  • Klenteng Gie Yong Bio, di barat Sungai Lasem
  • Masjid Jami' Lasem, di pusat kota Lasem
  • Masjid Bonang dan Kompleks Pasujudan Sunan Bonang, di desa Bonang
  • Kompleks Vihara Ratanavana Arama, di bukit Telueng desa Sendangcoyo
  • Rumah Candu (Lawang Ombo), di selatan Cu An Kiong
  • Vihara Karunia Dharma, di timur Cu An Kiong, merupakan Vihara tak berumat
  • Bangunan-bangunan kuno di Pecinan Karangturi, Soditan, Babagan, Gedongmulyo, dan Sumbergirang
  • Bangunan bekas Stasiun Lasem, di desa Dorokandang
  • Bekas tembok Taman Sitaresmi di Caruban Gedongmulyo
  • Situs-situs sejarah di area bekas Kerajaan Lasem, Kadipaten Lasem, maupun pada masa kedatangan Tionghoa-Campa, VOC di Lasem bahkan situs arkeologi. Hampir semua situs sejarah tersebar di kawasan kota Lasem dan sekitarnya.
  • Situs Kapal Kuno di Punjulharjo
  • Situs Tulang belulang manusia purba
  • Situs Purbakala 
Dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata di Lasem yang tidak kami cantumkan disini. Sebagai kota tua dengan sejarah panjang, Lasem memiliki potensi besar sebagai kota pariwisata di Rembang, namun karena kurangnya perhatian dari pemerintah daerah dan pusat banyak tempat-tempat wisata baik alam maupun tentang Sejarah Lasem serta situs purbakala yang terbengkalai.
Google Map Tiongkok Kecil Lasem

Related Posts