Curug/Air Terjun Pasucen Gunem Rembang Jawa Tengah

shares |

Curug Pasucen atau biasa di sebut air terjun Pasucen merupakan salah satu wisata alam yang sedang ramai di perbincangkan oleh anak-anak muda di medsos. Curug yang terletak di desa Pasucen kecamatan Gunem Kabupaten Rembang ini,  memiliki ketinggian berkisar kurang lebih 25 meter. Airnya bersumber dari sungai kecil di atasnya, yang akan berkurang debit airnya jika musim kemarau. Maka jika anda berminat untuk mengunjunginya, berkunjunglah saat musim hujan seperti sekarang ini. Airnya tidak begitu jernih, namun agak kehijau-hijauan. Mungkin karena banyaknya lumut yang ada di bebatuan.

Gambar curug atau air terjun pasucen gunem rembang jawa tengah
Air Terjun Pasucen


Untuk menuju kesana, akses yang paling mudah adalah lewat Sulang. Kemudian mengambil arah Gunem lalu menuju desa Tegal Dowo atau arah pabrik semen. Setelah itu anda baru sampai di desa Pasucen, kemudian anda tinggal mengikuti rambu-rambu yang akan memudahkan anda untuk mencapai lokasi. Jika anda dari arah lasem juga bisa. Tinggal menuju arah pamotan, lalu gunem dan lewat desa Tegal Dowo juga. Sebenarnya ada jalur lain yang lebih dekat yaitu melaui Bulu Mantingan. Namun jalur ini tidak di rekomendasikan karena kondisi jalan yang kurang nyaman untuk di lalui. 

Untuk tiba di lokasi, anda massih harus jalan kaki sekitar 150 meter dari tempat parkir. Barulah anda tiba di lokasi. Disana anda akan di sambut suara gemericik air beserta nuansa sejuk khas pegunungan. Pemandangan ini terbilang langka dan cukup menarik di Rembang, mengingat Rembang yang notabene-nya adalah pesisir. 

Untuk itu, dengan adanya wisata alam curug Pasucen ini di harapkan mampu menyumbang daftar tempat wisata Rembang. Sehingga Rembang tidak ;hanya di kenal dengan Pantai Kartini atau Dampo Awang Beach saja. 

Baca jug : Wisata Goa Pasucen dan Goa Kare Rembang.

Satu hal lagi yang perlu menjadi garis besar perhatian kita bersama adalah, jangan sampai dengan banyaknya pengunjung membuat tempat wisata tersebut semakin kumuh dengan fenomena sampah yang tak bisa di hindarkan. Jadilah pengunjung yang bijak. Jadilah anak gaul yang arif bukan 4l4y. Anak gaul yang Arif tahu “Peduli, kunjungi, lestarikan” bukan “kunjungi, selfi, lalu berantakan”. Semoga dengan semakin banyaknya orang yang tahu tentang keberadaan tempat wisata tersebut, semakin banyakk yang berkunjung, dan semakin banyak yang peduli. Sehingga perawatan, pengelolaan serta fasilitas untuk liburan semakin layak. Dan semoga pemerintah kabupaten Rembang juga mulai tergerak untuk melalukan pengelolaan berkelanjutan, sehingga tetap lestari dan anak cucu kita nanti bisa ikut menikmati. 

Related Posts