Outbond Wisata Sendang Coyo Asri, Lasem, Rembang



Jumat, 8 Januari 2018
Kami sekeluarga besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang mengunjungi salah satu destinasi wisata alam Sendangcoyo Asri yang terletak di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Kami mencoba berbagai macam wahana outbond seperti flying fox dan jembatan gantung.
Selain itu juga ada banyak sekali buah buahan lokal seperti durian, nangka, buah naga, pisang dan beberapa jenis sayuran.

Mari kita sebagai masyarakat Kabupaten Rembang untuk senantiasa mengenali, mencintai dan bangga terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Rembang.  Tentunya tak lupa untuk mempromosikan pariwisata di Rembang sendiri melalui media apapun termasuk media sosial.
 Ayo wisata ke Kabupaten Rembang.
Post.RomiAdi

Jembatan Terpanjang di Rembang

Wisata Sendang Coyo Asri.
Ini guys yang pada mau uji adrenalin bisa berkunjung di Jembatan warna yang mempunyai panjang kurang lebih 70 - 80 m dan 25 m dari permukaan tanah, lokasi ini merupakan destinasi wisata baru yang ada di kabupaten rembang yang bertempat di Dk. Kebon Ds. Sendang Coyo, Lasem, Rembang.
Selain itu anda juga bisa menikmati panorama keindahan pegunungan lasem yang begitu sejuk dihiasi dengan kabut tipis - tipis. he... yang masih bingung ni lokasi berada di sebelah timur kecamatan lasem kurang lebih berjarak 5 KM ke arah timur dari Kota Lasem.
Memang masih pada ragu untuk meleawati jembatan ini, tp jangan khawatir guys di sini juga di pandu oleh temen temen yang sudah terlatih. Tp ya harus hati hati juga demi keamanan dan keselamatan bersama ....






Gratis... Berkunjung ke Musium R. A Kartini Rembang

Yuk guys yang mau mengenal lebih dekat tentang sejarah R. A Kartini silahkan berkunjung ke Musium R. A Kartini yang bertempat di Jl. Gatot Subroto Rembang yang masih satu area dengan Kantor Bupati Rembang, buat yang masih bingung lokasi Musium R. A Kartini berada di sebelah timur Alun Alun Kota Rembang.
Dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 ini pengelola memberikan Fasilitas yaitu tiket gratis masuk Musium selama Bulan Agustus 2017.
Disini pengunjung bisa menikmati dan mengulas sejarah R. A Kartini dengan berbagai peninggalan beliau seperti beberapa foto yg kita suguhkan di bawah ini...










Yuk jangan lewatkan kesempatan ini ajak teman dan anak-anak didik anda untuk untuk mengulas sejarah Para Pahlawan Indonesia di Musium R. A Kartini Rembang

HEBOH

HEBOH
Wisatarembang.com
Heboh banget itu lah yang bisa dilontarkan ketika salah satu pengunjung Pantai Pasir Putih Wates dimintai keterangan yang tergabung dalam Peserta Benowo Summer Camp yang diselenggarakan oleh Kopeta ( Komunitas Pecinta Wisata ) Kabupaten Rembang Bersama Laskar Benowo ( Wates, Kaliori )  pada tanggal 15 - 16 Juli 2017
Sabtu tanggal 15 juli 2017 acara didahului dengan kemah yang berada di lapangan dusun Wates yang terletak dibibir Pantai Pasir Putih dilanjutkan tanggal 16 Juli 2017 jam 04.00 Sekitar 150 an peserta berlayar menggunakan perahu menuju Pulau Gede yang terkumpul 12 perahu nelayan untuk menanam karang disini para peserta Benowo Summer Camp menikmati pemandangan laut yang diiringi oleh terbitnya matahari dari ufuk timur yang seakan muncul di belakan Gunung Lasem.
Acara ini bukan saja diikuti oleh warga kotaRembang saja melainkan diikuti dari berbagai Kota tetangga seperti Pati, Kudus, Demak , Jepara, Semarang, Tuban. Dengan diselenggarakan Benowo Summer Camp Diharapkkan para peserta bisa memberi informasi sebagai media untuk meningkatkan destinasi Wisata di Kabupaten Rembang.
Benowo Summer Camp, Pantai Pasir Putih Wates, Pulau Gede, Wates Kaliori Rembang


 










Ditemukan Perahu Abad Ke 7

Perahu Kuno Abad Ke 7
Pada bulan juni 2008 penduduk desa Punjulharjo Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, tanpa sengaja menemukan perahu di kedalaman 2 meter yang membujur arah timur barat, kita mereka sedang menggali tanah untuk membuat tambak garam. Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 m dari bibir pantai, dengan sekelilingnya merupakan tambak tambak garam.



Temuan perahu ini menggemparkan saat itu, tidak hanya dilingkungan masyarakat setempat, tetapi juga di kalangan para peneliti.
Bangsa Pelaut
Dalam sejarah Maritim di Nusantara, perahu kuno punjulharjo merupakan temuan yang sangat penting, selain berumur tua, perahu Kuno Punjulharjo ini adalah satu-satunya perahu kuno yang telah ditemukan relatif utuh. ukurannya yang besar, mencapai 18 m menyiratkan bahwa perahu tersebut digunakan untuk keperluan pelayaran jarak jauh.
Konservasi Berkelanjutan
Kementrian Pendidikan dan kebudayaan melelui Direktorat Jenderal Kebudayaan, berupaya mengkonservasi perahu kuno punjulharjo untuk mencegahnya dari kerusakan. Konservasi perahu kuno ini merupakan konservasi kayu basah ( waterlogget wood ) terbesar yang pertama dilakukan di Indonesia.
Kegiatan konservasi perahu kuno Punjulharjo dilakukan secara bertahap, dimulai sejak tahun 2011 dan direncanakan berakhir tahun 2018
Didaerah daerah kepulauan di wilayah asia tenggara, pada masa lalu memang telah berkembang tradisi pembuatan perahu dengan teknologi yang khas, yaitu dengan menggunakan ikatan tali ijuk dan pasak kayu untuk membentuk badan perahu atau lebih dikenal sebagai teknik papan ikat dan kupingan pengikat ( sew-plank and lushed-plug technique ).Teknik ini yang terlihat dalam kontruksi perahu kuno punjul harjo
Balai Arkeologi yogyakarta dengan penelitiannya, berupaya mengungkap rahasia keberadaan perahu kuno tersebut, termasuk umurnya.
Analisis radiokarbon terhadap sempel tali ijuk perahu di Beta Analytic Radiocarbon Laboratory, Miami, Florida, USA menunjukkan bahwa perahu kuno Punjulharjo berasal dari abad 7 - 8 Masehi.
Perahu kono tersebut sekarang berada di Taman Konsevasi Perahu Kuno Punjulharjo yang berjarak skitar 500 m sebelah barat dari Pemukiman Masyarakat Desa Punjulhajo Rembang