Jika Bandung Punya Tebing Keraton, Rembang Punya Watu Congol

Jika Bandung punya Tebing Keraton, Rembang punya Watu Congol. Beda dikit lah, tapi hampir sama kok. Watu Congol terletak di Desa Selopuro, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Bisa di tempuh sekitar 20 menit dari Rembang ke arah timur di kawasan pegunungan Kajar Lasem. Berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, batu ini merupakan jelmaan dari kepala ular yang terpisah dari badan dan ekornya. Whatever tentang mitos dan cerita yang berkembang di masyarakat, sebab Watu Congol ini menyajikan pemandangan eksotik. Triangle views, yaitu laut, hutan dan pegunungan. Lengkap lah sudah.

Gambar watu congol selpouro lasem rembang jawa tengah



Untuk sampai di lokasi Watu Congol ini, di sarankan anda sebaiknya bertanya kepada wagra sekitar. Sebab akses untuk sampai di lokasi hanya bisa di lalui dengan naik motor atau berjalan kaki. Bagi anda pengemudi mobil, maka mobil terpaksa di parkir dulu di bawah kemudian jalan kaki sejauh sekitar 600 meter. Karena akses jalannya yang sempit tidak memungkinkan untuk di lalui mobil. Di samping sempit juga agak terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Gambar watu congol lasem rembang jateng
Watu congol rembang


Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian. Tak apalah harus lelah dahulu tapi pemandangan yang menakjubkan akan anda lihat kemudian jika sudah sampai. Tak hanya pemandangan laut, hutan dan gunung saja tetapi lengkap dengan keindahan sunsetnya. Jadi sayang banget kan bila harus terlewatkan. Nah, untuk menikmati sunset indah ini pastinya sudah tahu kan harus berkunjung pukul berapa. Tak perlu sampai menunggu benar-benar senja. Karena sebelum senja pun. Tanda-tanda sunset sudah dapat terlihat. Pemandangan lagit yang keren di tambah dengan hiasan mega yang seakan menambah keindahan kebesaran dan kekuasaan sang pencipta alam semesta. Subhanallah… nikmat yang mana lagi yang kamu dustakan?

Uraian diatas mungkin belum cukup untuk menggambarkan keindahan Watu Congol, dan memang belum cukup dan belum afdhol kalau kamu tidak mengunjungi dan merasakan sendiri sensasi keindahan yang di persembahkan alam untuk sejenak mengistirahatkan mata dan jiwa lelah anda dari segala aktivitas sehari-hari. So, refreshing memang perlu.

Nah, bagaimana? Watu congol Rembang tak kalah kan dengan Tebing Keratonnya Bandung. So, mari kunjungi, mari peduli, dan mari lestarikan. Kalau bukan kita orang Rembang, siapa lagi yang mau peduli. Ayo suarakan, Rembang punya wisata. Visit Rembang, dan rasakan sensasi The cola of java.


Pesona Pulau Gede Wates Kaliori Rembang Jawa Tengah

Pulau Gede merupakan salah satu pulau yang terletak di sebelah utara desa Wates kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Pulau yang tak begitu luas dan tak banyak yang tahu. Pulau dengan luas sekitar 1 km persegi ini berjarak sekitar 4-5 km dari garis pantai desa Wates dengan jarak tempuh sekitar 30 menit menggunakan kapal nelayan.

Gambar pulau gede wates kaliori rembang jawa tengah
Pulau Gede Rembang


Pulau dengan hamparan pasir putih ini tak berpenghuni, selain populasi tikus yang menunggui. Tapi tenang, tikus-tikus berkeliaran hanya pada malam hari. Jadi anda tetap akan nyaman jika mengunjunginya pada pagi atau siang hari. Seperti kebanyakan view pantai pada umumnya. Sunrise dan sunset masihlah menjadi pemandangan wajib yang tak bisa begitu saja terlewatkan. Siap-siap dengan kameramu ya sob. Buat yang hobi selfie juga pas banget. Mau gonta ganti dp BBM juga bisa banget karena di pantai ini singalnya full. Jadi bisa update kapanpun kamu mau. Keren kan….

Buat kamu yang mau ingin bermalam di sini harus siap sedia dengan peralatan lengkap ya, karena di sini belum ada hostel buat menginap. Yang ada hanya pepohonan, dan hamparan pasir serta terumbu karang. Sayangnya, terumbu karang sudah banyak yang rusak. Andai belum, pasti bakal lebih indah lagi ya.

Tapi jangan khawatir, nggak bakal mengecewakan kok jika berkunjung kesana. Karena masih ada air yang sangat jernih sehingga kamu bisa melihat dasar tanpa harus menyelam. Buat yang punya hobi diving jug bisa kok. 

Ini nih yang perlu jadi perhatian kita bersama, walaupun tak berpenghuni tapi sampai di pulau ini terbilang banyak banget. Sampah-sampah kiriman dari pulau seberang berlabuh di sini. Kalau hati yang menemukan tempatnya berlabuh sih asyik-asyik aja, lha ini sampah yang berlabuh. Nyangkut tak lagi hanyut, terdampar terkapar dan tersesat tak tahu arah jalan pulang (hadeh…malah kayak lagu butiran debu), butiran pasir nih banyak.

Pulau Gede adalah salah satu dari sekian pulau dengan pantai yang nyampah. Sehingga perlu adanya kesadaran dari masyarakat sekitar juga pengunjung dan pemerintah untuk lebih memberikan perhatiannya demi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Sehingga tak Cuma berhenti di kita aja, tapi generasi kita selanjutnya, anak cucu kita nanti juga bisa menikmati. Semoga kedepannya ada tindakan nyata yang lebih berarti lagi. Aamiin. 

We share cause we care.




Curug/Air Terjun Pasucen Gunem Rembang Jawa Tengah

Curug Pasucen atau biasa di sebut air terjun Pasucen merupakan salah satu wisata alam yang sedang ramai di perbincangkan oleh anak-anak muda di medsos. Curug yang terletak di desa Pasucen kecamatan Gunem Kabupaten Rembang ini,  memiliki ketinggian berkisar kurang lebih 25 meter. Airnya bersumber dari sungai kecil di atasnya, yang akan berkurang debit airnya jika musim kemarau. Maka jika anda berminat untuk mengunjunginya, berkunjunglah saat musim hujan seperti sekarang ini. Airnya tidak begitu jernih, namun agak kehijau-hijauan. Mungkin karena banyaknya lumut yang ada di bebatuan.

Gambar curug atau air terjun pasucen gunem rembang jawa tengah
Air Terjun Pasucen


Untuk menuju kesana, akses yang paling mudah adalah lewat Sulang. Kemudian mengambil arah Gunem lalu menuju desa Tegal Dowo atau arah pabrik semen. Setelah itu anda baru sampai di desa Pasucen, kemudian anda tinggal mengikuti rambu-rambu yang akan memudahkan anda untuk mencapai lokasi. Jika anda dari arah lasem juga bisa. Tinggal menuju arah pamotan, lalu gunem dan lewat desa Tegal Dowo juga. Sebenarnya ada jalur lain yang lebih dekat yaitu melaui Bulu Mantingan. Namun jalur ini tidak di rekomendasikan karena kondisi jalan yang kurang nyaman untuk di lalui. 

Untuk tiba di lokasi, anda massih harus jalan kaki sekitar 150 meter dari tempat parkir. Barulah anda tiba di lokasi. Disana anda akan di sambut suara gemericik air beserta nuansa sejuk khas pegunungan. Pemandangan ini terbilang langka dan cukup menarik di Rembang, mengingat Rembang yang notabene-nya adalah pesisir. 

Untuk itu, dengan adanya wisata alam curug Pasucen ini di harapkan mampu menyumbang daftar tempat wisata Rembang. Sehingga Rembang tidak ;hanya di kenal dengan Pantai Kartini atau Dampo Awang Beach saja. 

Baca jug : Wisata Goa Pasucen dan Goa Kare Rembang.

Satu hal lagi yang perlu menjadi garis besar perhatian kita bersama adalah, jangan sampai dengan banyaknya pengunjung membuat tempat wisata tersebut semakin kumuh dengan fenomena sampah yang tak bisa di hindarkan. Jadilah pengunjung yang bijak. Jadilah anak gaul yang arif bukan 4l4y. Anak gaul yang Arif tahu “Peduli, kunjungi, lestarikan” bukan “kunjungi, selfi, lalu berantakan”. Semoga dengan semakin banyaknya orang yang tahu tentang keberadaan tempat wisata tersebut, semakin banyakk yang berkunjung, dan semakin banyak yang peduli. Sehingga perawatan, pengelolaan serta fasilitas untuk liburan semakin layak. Dan semoga pemerintah kabupaten Rembang juga mulai tergerak untuk melalukan pengelolaan berkelanjutan, sehingga tetap lestari dan anak cucu kita nanti bisa ikut menikmati. 

Hiking Puncak Argopuro Gunung Gede Lasem Rembang Jawa Tengah

Puncak Argopuro Gunung Gede Lasem Rembang Jawa Tengah, sudah pernah muncak kesana? Bagi pecinta alam Rembang, Blora, dan Pati pasti kebanyakan sudah pernah mendaki salah satu puncak tertinggi di kabupaten Rembang ini. Puncak ketinggian 806 mdpl bukanlah puncak yang tinggi bagi para pendaki yang sudah terbiasa mendaki dengan ketinggian yang lebih tinggi. Karena memang Rembang adalah kota pesisir dengan dataran rendahnya. Namun jalur pendakiannya, di jamin membuat siapapun ngos-ngosan. Tak peduli pendaki pemula ataupun pendaki yang sudah terbiasa naik turun gunung.

Gambar puncak argopuro lasem rembang jateng
Puncak Argopuro Lasem


Untuk mencapai puncak Argopuro ada dua jalur pendakian yang bisa di tempuh, yaitu melalui desa Ngroto kecamatan Pancur Kabupaten Rembang, yang kedua melalui desa Siwalan Sukun Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang. Sedangkan untuk mencapai desa Siwalan Sukun, ada dua jalur. Yaitu melalui Desa Kumbo dan Desa Dadapan. Jika melalui desa Dadapan, jalur pendakian lebih terjal di bandingkan dengan desa Kumbo. Jadi silahkan pilih track jalur pendakian yang sesuai dengan kemampuan anda. Jangan sampai anda kalah duluan sebelum mencapai puncak.

Disarankan untuk mendaki pada musim kemarau jika anda ingin mencapai puncak Argopuro. Karena track yang kebanyakan berupa tanah menyebabkan kondisi tanah agak sulit dilalui saat musim hujan. Juga dianjurkan untuk mendaki selain pada musim liburan. Karena pada musim liburan akan banyak sekali pengunjung, sedangkan area perkemahan yang tersedia di sana hanya muat untuk pengunjung kira-kira 100 orang. 

Waktu tempuh yang di perlukan sekitar 2,5 jam. Dua jam pertama anda akan melewati jalur pendakian yang lumayan landai namun menantang karena banyaknya jurang di sana-sini. Di sepanjang jalan, anda juga akan menjumpai pepohonan rindang yang kebanyakan di dominasi tanaman rotan. Berhati-hatilah, karena banyak duri. Selain rotan daerah ini juga di dominasi dengan semak belukar dan pohon berukuran sedang, dan sedikit pohon yang berukuran besar. Sedangkan 30 menit kemudian sebelum mencapai puncak, perjalanan jauh lebih menantang karena anda akan melewati track bebatuan yang licin, curam dan pastinya akan banyak menguras tenaga anda. Berjalanlah santai, tak perlu ngoyo. Disamping untuk saving energy, perjalanan santai sambil menikmati pemandangan sekitar akan sedikit banyak mengalihkan rasa lelah anda.

Namun rasa lelah anda akan segera terbayarkan dengan pemandangan yang indah. Lengkap dengan berbagai gemerlapnya lampu-lampu kota di kejauhan. Saat malam bintang gemintangpun terasa dekat terlihat tanpa terhalang polusi seperti di kota. Seperti di pegunungan pada umumnya, kabut putih tipis akan sesekali menyapa kehadiran anda saat menikmati kuasa sang pencipta. kareSunset dan sunrise juga tak ketinggalan untuk bisa anda saksikan. 

Bagaimana? Apakah anda tertarik untuk mengunjunginya? Pastikan sebelum hiking segala persiapan dan perlengkapan sudah tertata dengan rapi. Dan selamat berpetualang.





Menikmati Keindahan Goa Kare Pamotan Rembang Jawa Tengah

Goa Kare terletak di atas perbukitan sebelah timur  Desa Pamotan  Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Sebenarnya ada dua Goa yaitu di sebelah barat dan timur. Ukuran Goa lumayan panjang dan di dalamnya banyak di temukan kelelawar juga hewan endemik lainnya seperti kalacemeti dan serangga unik. Namun Goa yang di sebelah timur yang lebih luas. 

Gambar Goa Kare Tajen Pamotan rembang Jateng
Goa Kare Pamotan


Menurut cerita dari masyarakat setempat, dulu sempat ada penambangan di Goa Kare. Namun karena Goa Kare masih ikut wilayah Perhutani, penambangan batu fostat akhirnya di hentikan. Hal ini di lakukan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan juga keselamatan penduduk sekitar.

Untuk sampai ke Goa Kare, bisa di tempuh dari Koramil Pamotan, menuju arah timur. Bagi pengguna sepeda motor, walaupun sepeda motor bisa naik, tetapi tetap tidak sampai ke lokasi Goa. Sepeda motor harus di parker dulu, setelah itu berjalan kaki sekitar 300 meter barulah sampai ke lokasi Goa. Buat anda yang takut akan ketinggian sebaiknya berhati-hati, karena sebelum mencapai mulut Goa perjalanan akan melewati medan yang cukup curam dengan ketinggian sekitar 40 derajat. Namun jangan khawatir, perjalanan yang melelahkan akan segera terbayar dengan pemandangann yang di suguhkan. Anda akan menjumpai sungai purba dengan batuan yang tersusun rapi dengan semilir angin yang akan menyejuk kan dan menghilangkan keringat serta lelah anda.

Saat anda memasuki Goa, udara semakin sejuk karena di beberapa sisi terlihat tetesan air dari atap Goa. Seperti Goa karst pada umumnya, di Goa Kare juga terdapat stalaktit dan stalakmit yang menjadi ornament di dalam Goa.

Buat anda yang suka berpetualang atau ngebolang tak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi Goa kare ini. Semoga dengan banyaknya pengunjung mampu mendongkrak potensi wisata di Goa Kare. Sehingga semakin menambah tempat wisata di Rembang yang layak untuk di kunjungi.

Napak Tilas Sejarah Goa Joglo, Goa jagung, dan Goa Nganten Desa Pasucen Rembang Jateng

Setiap tempat memiliki sejarah dan keunikannya tersendiri, termasuk Goa Joglo, Goa Jagung dan Goa Nganten di Desa Pasucen rembang Jawa tengah ini. Banyak sekali goa-goa yang ada di Rembang, sebuah kabupaten yang terletak di paling ujung Jawa tengah ini. Namun dalam kesempatana kali ini, kami akan bagikan sedikit sejarah Goa Joglo, Goa Jagung dan Goa Nganten.

Gambar Goa joglo goa jagung dan goa nganten desa Pasucen Rembang Jawa tengah
Goa Pasucen


Selama ini jika kita mendengar nama Rembang, maka yang terlintas di benak orang yang mendengar adalah Ibu kartini atau Dampo Awang Beach. Tapi ternyata Rembang tidak hanya punya itu. Ada banyak tempat wisata yang belum terekspose sehingga tidak begitu di ketahui banyak orang.
Goa Joglo, Goa Jagung dan Goa nganten terletak di Desa Pasucen Kecamatan Gunem sekitar 15 km dari Kabupaten Rembang. Tentang tahun kapan Goa ini di temukan, tidak ada yang tahu pasti, goa ini sudah ada sejak dulu.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dahulu di tempat tersebut terjadi pertempuran hebat antara Sunan Bonang dengan Blancak Ngilo. Dalam pertempuran itu Blancak Ngilo kalah lalu lari dan bersembunyi di Desa Pasucen. Sunan Bonang yang mengejarnya pun kehilangan jejak, sehinggga ia tidak menemukan keberadaan Blancak Ngilo. Kebetulan pada  saat itu di Desa Pasucen ada sebuah acara mantenan di sebuah rumah Joglo di tengah-tengah kebun jagung. Sunan Bonang beberapa kali mencoba menanyakan keberadaan Blancak Ngilo kepada orang yang berada pada pesta tersebut. Namun tak seorangpun menjawab pertanyaan Sunan Bonang. Sunan Bonang marah besar dan di kutuklah tempat itu menjadi Goa. Yang saat ini kita kkenal dengan sebutan Goa Pasucen meliputi Goa Joglo, Goa Jagung, dan Goa Nganten.

Bukti sejarah dari cerita tersebut adalah adanya arca sepasang pengantin di dalam goa Nganten. Namun saat ini kondisinya sudah agak rusak, karena kurangnya perawatan. Padahal bila ada pengelolaan yang lebih baik lagi, sebenarnya ada begitu banyak hal yang bisa di explore dari Kabupaten Rembang ini. Sehingga sedikit banyak mampu menjadi alternatif pilihan wisata bagi para wisatawan, baik lokal maupun manca.